Kerja Sama Mayora Cegah Stunting Bersama Dengan Pemerintah

Kerja Sama Mayora Cegah Stunting Bersama Dengan PemerintahPerusahaan Mayora sudah umum dikenal sebagai perusahaan Food & Beverages yang terkenal di Indonesia dengan berbagai produk makanan dan minuman yang enak dan aman dikonsumsi. Nama Mayora memang sudah dikenal masyarakat apalagi sekarang Mayora bekerja sama dengan pemerintah untuk mencegah stunting. Mayora cegah stunting menjadi aktivitas yang sukses menarik perhatian masyarakat.

Cegah Stunting Bersama Mayora

Peningkatan stunting yang cukup pesat membuat peran swasta sangatlah penting dan memiliki peran aktif dalam menangani masalah tersebut. Diperlukan upaya yang tepat dalam pencegahan dan penanggulangan anak sunting atau anak kerdil. Wakil Presiden, Ma’ruf Amin mengajukan permintaan kepada swasta untuk mempercepat aktivitas dalam melakukan penanganan dan penurunan stunting.

Memang angka stunting mengalami penurunan dari tahun 2018 ke 2019 yaitu dari 30,8 persen menjadi 27,67 persen yang dipaparkan oleh pihak perusahaan Wapres dihadapan TNP2K (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan). Meskipun mengalami penurunan, angka stunting masih terbilang cukup tinggi.

Untuk menanggulangi permasalahan ini, bidang usaha yang telah bekerja sama dengan pemerintah diharapkan dapat membantu menanggulangi tingkat stunting yang tinggi di Indonesia dengan bantuan anggaran Rp 29 triliun dari pemerintah yang telah tersebar di berbagai Kementerian dan Lembaga. Dana yang tersedia masih belum termasuk anggaran yang dikelola oleh pemerintah daerah, yang dialokasikan dunia usaha, dan alokasi masyarakat.

Untuk mempercepat penanggulangan dan penurunan stunting, PT Mayora Indah telah menandatangani KPS (program kerja sama kemitraan antara pemerintah dan swasta) yang dituangkan dalam MoU (Memorandum of Understanding). Jadi sudah resmi PT Mayora Indah bekerja sama dengan pemerintah daerah pusat dan daerah untuk menurunkan prevalensi stunting dengan berbagai program intervensi.

Apa Itu Stunting?

Stunting merupakan kondisi di mana tinggi anak akan lebih pendek atau di bawah standar dibanding anak-anak seusianya. Standar tinggi anak menggunakan kurva pertumbuhan dari WHO (Badan Kesehatan Dunia).

Stunting dapat terjadi karena bayi mengalami kekurangan asupan gizi terutama kurangnya asupan protein dalam 1000 hari pertama kehidupan atau sejak dalam kandungan hingga berusia 2 tahun. Stunting dapat terjadi karena berbagai faktor seperti terjadinya masalah pada saat masa-masa kehamilan, melahirkan, menyusui, dan sejak anak mulai beranjak dewasa.

Bukan hanya kekurangan nutrisi, kebersihan lingkungan yang buruk juga menjadi faktor anak mengalami stunting menyebabkan anak sering mengalami infeksi. Buruknya pola asuh orang tua misalnya seperti jarak antar kehamilan yang terlalu dekat atau hamil pada saat kondisi terlalu muda juga dapat menjadi faktor terjadinya stunting.

3 dari 10 anak di Indonesia mengalami stunting sehingga program Mayora cegah stunting diharapkan dapat membantu mengurangi dan mencegah hal ini terjadi bahkan Mayora Cimande sudah membantu membagikan makanan sehat untuk ibu hamil dan bayi. Bukan hanya Mayora dan pemerintah, masyarakat terutama orang tua juga berperan penting dalam mencegah stunting seperti memberikan asupan gizi yang cukup dan menjaga kebersihan lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *